Minggu, 22 Februari 2015

Jilbab, Penyempurnamu

Assalamualaikum wr wb..

Emmmm, umur berapa sih kamu mulai memakai kerudung?

Jadi ingat dulu ketika SMP, guru agama yang kebetulan juga sepupu datang ke rumah memintaku untuk mengenakan kerudung saat sekolah.  Sampai lulus, bahkan sampai aku lulus SMA pun belum memantapkan diri memakai kerudung…  (bayangkan betapa banyak usiaku terbuang tanpa mengikuti perintah agama ya?), semoga teman-teman tidak seperti saya…

Emmm…. sebelum lebih jauh nih bahasan kita kali ini, sebenarnya temen-temen tahu nggak sih apa bedanya jilbab, kerudung, dan hijab?


Jilbab merupakan bahasa arab yang jamaknya Jalaabiib, artinya pakaian yang lapang atau luas. Artinya adalah pakaian yang lapang yang dapat menutup aurat wanita, kecuali muka dan telapak tangan.  Sedangkan kerudung adalah bahasa Indonesia yang bahasa Arabnya Khimar yang berarti tutup atau tudung yang menutup kepala, leher sampai dada wanita. Nah, lalu apa ni bedanya dengan hijab?,  hijab berasal dari bahasa Arab yang artinya tabir, dinding atau penutup.  Jadi hijab ini merupakan sesuatu tirai penutup yang membatasi atau memisahkan, baik berupa tembuk, korden, kai, dll.
Jadi sekarang temen-temen udah taukan perbedaan dari ketiganya?


Lalu, bagaiman hukum memakai jilbab dan kerudung bagi muslimah?

Mengenakan jilbab atau pun kerudung itu hukumnya wajib, suatu keharusan yang pasti atau mutlak bagi wanita dewasa muslim.  Tidak percaya? Coba teman-teman buka Al-Qurannya Surat Al-Ahzab:59. Dalam ayat tersebut dijelaskan sebagai berikut.
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan para wanita yang beriman supaya mereka menutup tubuhnya dengan jilbab, yang demikian itu supaya mereka lebih patut dikenal, maka merekapun tidak diganggu, dan Allah itu Maha Pengampun dan Penyayang.”
Masih ada lagi loh teman-teman ayat Al-Quran yang mewajibkan muslimah mangenakan jilbab dan kerudung. 

Lalu, apakah kewajiban mengenakan jilbab/Kerudung bagi wanita muslimat itu sama dengan kewajiban-kewajiban lainnya?

Mengenakan jilbab/kerudung itu diwajibkan bagi wanita muslimat seperti halnya kewajiban yang lainya misalnya sholat, zakat, puasa dll.  Artinya jilbab/kerudung wajib hukumnya. Temen-temen pasti taukan kalau sesuatu yang wajib itu apabila ditinggalkan yang kita mendapat dosa dan bila kita laksanakan yan kita mendapat pahala. Dengan demikian jilbab dan kerudung itu memiliki sanksi yang besar sepirti sholat, puasa, zakat dll. Nah lho? Jadi hingga lulus SMA saya meninggalkan kewajiban yang begitu mendasar sebagai wanita muslimat? Gak kebayang ya seberapa besar dosa saya, semoga Allah mengampuni, aamiin…

Jadi sekarang teman-teman tahu kan pentingnya jilbab bagi kita sebagai wanita?, yang pasti jilbab dan kerudung ini akan melindungi kita kok.  Emmm, pasti teman-teman yang sudah mengenakan jilbab atau pun kerudung ini sudah paham akan manfaatnya.  Sedikit bercerita tentang pengalaman pribadi yang sudah umum di jumpai di masyarakat. Dulu waktu saya belum menutup aurat ketika jalan di terminal dan melewati segerombolan prewan pasti digodain “cewek…, cuuuwwiiit cuuwiiit” sambil bersiul, ngeri juga kan kalau kita di ikuti?. Tapi semenjak mengenakan kerudung, kalau lewat tempat serupa menjadi lebih tenag, paling kita Cuma di godain “ Assalamualaikum ukhti”, nah lho? Bukannya digodain malah kita didoain kan?. Belum manfaat lainnya, teman-teman  pasti udah taukan sekarang ini udah terjadi “global warming”, yang tentunya udara semakin panas, polusi ada dimana-mana. Dengan demikian udara disekitar kita ini sebenarnya sudah tidak sehat dan banyak polutan yang berbahaya untuk kulit kita, jadi dengan menutup aurat, sebenarnya kita juga sedang melindungi tubuh kita lho…


Masih ragu memakai jilbab dan kerudung?

Suatu saat saya pernah dikirim rekaman suara dari WA oleh teman asrama. Isi rekaman itu ternyata mengenai filosofi mawar berduri.  Seseorang anak SMA kelas 1 di Bogor menggambarkan dirinya pada sebuah  kertas sebagai mawar berduri dengan latar hitam. Kemudian anak itu di tanya “ kenapa kamu menggambar mawar berduri?. Dia menjawab “sebuah mawar dikatakan mawar karena dia berduri, mawar tanpa duri berarti mawar tersebut tidaklah sempurna, meskipun duri tersebut  dipandang sebagai benda yang menutupi keindahan dari mawar tersebut. Tetapi tetaplah mawar tersebut tidak akan sempurna tanpa duri, karena duri itulah mawar dikatakan mawar.” Nah ada pertanyaan kembali  “ terus apa hubungannya dengan kamu?, diapun menjawab “ saya umpamakan mawar itu adalah saya sebagai perempuan, dan duri tersebut sebagai seluruh atauran Allah dan kewajiban yang melekat sebagai wanita. Banyak yang bialang aturan Allah itu membuat wanita kurang cantik, susah bergaul, susah mendapatkan teman, tapi justru aturan tersebut yang yang mambuat perempuan sempurna seperti duri yang membuat mawar menjadi sempurna. Saya akan mengikuti seluruh aturan dan ketentuan Allah tersebut, agar saya menjadi perempuan yang sempurna.” Kemudian ada pertanyaan kembali  “lalu mengapa kamu member latar gelap pada gambarmu?”, dia pun kembali menjawab “ saya adalah perempuan yang suatu saat aka nada laki-laki yang meminang saya, nah saya tidak ingin menjadi mawar berduri di tengah taman yang dapat dengan mudah orang petik, saya ingin menjadi mawar berduri di pinggir jurang, sehingga apa bila ada orang yang menginginkan saya sudah tentu orang itu adalah orang yang rela berkorban nyawa demi mendapatkan saya.”
Nah teman-teman ketika seorang siswa kelas 1 SMA dapat berpikir menakjubkan demikian, kenapa kita justru masih ragu mengenakan jilbab/ kerudung?, apakah teman-teman mau menjadi mawar tanpa duri yang tumbuh di tengah taman yang siapapun dapat memetiknya ? yuk kita berusaha menjadi mawar barduri itu…
Sekarang sudah tidak ragu lagi kan?

Pernah saya mendapat pesan melalui bbm dari teman lama. “ Aku melihat foto kamu di facebook dengan temenmu, bukankah dulu dia memakai kerudung dan kamu tidak? Lalu kenapa sekarang terbalik? Bahkan auratnya terbuka sedemikian rupa. Bukankan kamu sahabatnya?, masak sebagai sahabat kamu tidak mengingatkan?” kurang lebih seperti itu pesan yang dia sampaikan.  Kalau teman-teman yang mendapat pesan tersebut bagaimana perasaan teman-teman?. Sejujurnya saya merasa tertusuk ketika membacanya, benar juga ya? Apakah saya masih pantas dikatakan sebagai sahabat, kalau ternyata saya tidak berani mengingatkannya?, berdosakah saya?.
Nah melalui tulisan ini semoga bermanfaat untuk teman-teman, dan semoga sahabat saya tersebut membacanya…, aamiin..

Wassalam…




sumber gambar: http://www.dakwatuna.com/2013/03/22/29742/saudariku-banggalah-berjilbab-syari/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar