Assalamualaikum
wr wb..
Emmmm, umur
berapa sih kamu mulai memakai kerudung?
Jadi ingat
dulu ketika SMP, guru agama yang kebetulan juga sepupu datang ke rumah
memintaku untuk mengenakan kerudung saat sekolah. Sampai lulus, bahkan sampai aku lulus SMA pun
belum memantapkan diri memakai kerudung…
(bayangkan betapa banyak usiaku terbuang tanpa mengikuti perintah agama
ya?), semoga teman-teman tidak seperti saya…
Emmm….
sebelum lebih jauh nih bahasan kita kali ini, sebenarnya temen-temen tahu nggak
sih apa bedanya jilbab, kerudung, dan hijab?
Jilbab
merupakan bahasa arab yang jamaknya Jalaabiib, artinya pakaian yang lapang atau
luas. Artinya adalah pakaian yang lapang yang dapat menutup aurat wanita,
kecuali muka dan telapak tangan. Sedangkan
kerudung adalah bahasa Indonesia yang bahasa Arabnya Khimar yang berarti tutup
atau tudung yang menutup kepala, leher sampai dada wanita. Nah, lalu apa ni
bedanya dengan hijab?, hijab berasal
dari bahasa Arab yang artinya tabir, dinding atau penutup. Jadi hijab ini merupakan sesuatu tirai
penutup yang membatasi atau memisahkan, baik berupa tembuk, korden, kai, dll.
Jadi
sekarang temen-temen udah taukan perbedaan dari ketiganya?
Lalu,
bagaiman hukum memakai jilbab dan kerudung bagi muslimah?
Mengenakan
jilbab atau pun kerudung itu hukumnya wajib, suatu keharusan yang pasti atau
mutlak bagi wanita dewasa muslim. Tidak percaya?
Coba teman-teman buka Al-Qurannya Surat Al-Ahzab:59. Dalam ayat tersebut dijelaskan
sebagai berikut.
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu,
anak-anak perempuanmu, dan para wanita yang beriman supaya mereka menutup
tubuhnya dengan jilbab, yang demikian itu supaya mereka lebih patut dikenal,
maka merekapun tidak diganggu, dan Allah itu Maha Pengampun dan Penyayang.”
Masih ada
lagi loh teman-teman ayat Al-Quran yang mewajibkan muslimah mangenakan jilbab
dan kerudung.
Lalu, apakah
kewajiban mengenakan jilbab/Kerudung bagi wanita muslimat itu sama dengan
kewajiban-kewajiban lainnya?
Mengenakan
jilbab/kerudung itu diwajibkan bagi wanita muslimat seperti halnya kewajiban
yang lainya misalnya sholat, zakat, puasa dll.
Artinya jilbab/kerudung wajib hukumnya. Temen-temen pasti taukan kalau
sesuatu yang wajib itu apabila ditinggalkan yang kita mendapat dosa dan bila
kita laksanakan yan kita mendapat pahala. Dengan demikian jilbab dan kerudung
itu memiliki sanksi yang besar sepirti sholat, puasa, zakat dll. Nah lho? Jadi hingga
lulus SMA saya meninggalkan kewajiban yang begitu mendasar sebagai wanita
muslimat? Gak kebayang ya seberapa besar dosa saya, semoga Allah mengampuni,
aamiin…
Jadi
sekarang teman-teman tahu kan pentingnya jilbab bagi kita sebagai wanita?, yang
pasti jilbab dan kerudung ini akan melindungi kita kok. Emmm, pasti teman-teman yang sudah mengenakan
jilbab atau pun kerudung ini sudah paham akan manfaatnya. Sedikit bercerita tentang pengalaman pribadi
yang sudah umum di jumpai di masyarakat. Dulu waktu saya belum menutup aurat
ketika jalan di terminal dan melewati segerombolan prewan pasti digodain “cewek…,
cuuuwwiiit cuuwiiit” sambil bersiul, ngeri juga kan kalau kita di ikuti?. Tapi semenjak
mengenakan kerudung, kalau lewat tempat serupa menjadi lebih tenag, paling kita
Cuma di godain “ Assalamualaikum ukhti”, nah lho? Bukannya digodain malah kita
didoain kan?. Belum manfaat lainnya, teman-teman pasti udah taukan sekarang ini udah terjadi “global
warming”, yang tentunya udara semakin panas, polusi ada dimana-mana. Dengan demikian
udara disekitar kita ini sebenarnya sudah tidak sehat dan banyak polutan yang
berbahaya untuk kulit kita, jadi dengan menutup aurat, sebenarnya kita juga
sedang melindungi tubuh kita lho…
Masih ragu
memakai jilbab dan kerudung?
Suatu saat
saya pernah dikirim rekaman suara dari WA oleh teman asrama. Isi rekaman itu
ternyata mengenai filosofi mawar berduri.
Seseorang anak SMA kelas 1 di Bogor menggambarkan dirinya pada
sebuah kertas sebagai mawar berduri
dengan latar hitam. Kemudian anak itu di tanya “ kenapa kamu menggambar mawar
berduri?. Dia menjawab “sebuah mawar dikatakan mawar karena dia berduri, mawar
tanpa duri berarti mawar tersebut tidaklah sempurna, meskipun duri tersebut dipandang sebagai benda yang menutupi
keindahan dari mawar tersebut. Tetapi tetaplah mawar tersebut tidak akan
sempurna tanpa duri, karena duri itulah mawar dikatakan mawar.” Nah ada
pertanyaan kembali “ terus apa
hubungannya dengan kamu?, diapun menjawab “ saya umpamakan mawar itu adalah
saya sebagai perempuan, dan duri tersebut sebagai seluruh atauran Allah dan
kewajiban yang melekat sebagai wanita. Banyak yang bialang aturan Allah itu
membuat wanita kurang cantik, susah bergaul, susah mendapatkan teman, tapi
justru aturan tersebut yang yang mambuat perempuan sempurna seperti duri yang
membuat mawar menjadi sempurna. Saya akan mengikuti seluruh aturan dan
ketentuan Allah tersebut, agar saya menjadi perempuan yang sempurna.” Kemudian ada
pertanyaan kembali “lalu mengapa kamu member
latar gelap pada gambarmu?”, dia pun kembali menjawab “ saya adalah perempuan
yang suatu saat aka nada laki-laki yang meminang saya, nah saya tidak ingin
menjadi mawar berduri di tengah taman yang dapat dengan mudah orang petik, saya
ingin menjadi mawar berduri di pinggir jurang, sehingga apa bila ada orang yang
menginginkan saya sudah tentu orang itu adalah orang yang rela berkorban nyawa
demi mendapatkan saya.”
Nah teman-teman
ketika seorang siswa kelas 1 SMA dapat berpikir menakjubkan demikian, kenapa
kita justru masih ragu mengenakan jilbab/ kerudung?, apakah teman-teman mau
menjadi mawar tanpa duri yang tumbuh di tengah taman yang siapapun dapat
memetiknya ? yuk kita berusaha menjadi mawar barduri itu…
Sekarang sudah
tidak ragu lagi kan?
Pernah saya
mendapat pesan melalui bbm dari teman lama. “ Aku melihat foto kamu di facebook
dengan temenmu, bukankah dulu dia memakai kerudung dan kamu tidak? Lalu kenapa
sekarang terbalik? Bahkan auratnya terbuka sedemikian rupa. Bukankan kamu
sahabatnya?, masak sebagai sahabat kamu tidak mengingatkan?” kurang lebih
seperti itu pesan yang dia sampaikan. Kalau
teman-teman yang mendapat pesan tersebut bagaimana perasaan teman-teman?. Sejujurnya
saya merasa tertusuk ketika membacanya, benar juga ya? Apakah saya masih pantas
dikatakan sebagai sahabat, kalau ternyata saya tidak berani mengingatkannya?,
berdosakah saya?.
Nah melalui tulisan
ini semoga bermanfaat untuk teman-teman, dan semoga sahabat saya tersebut
membacanya…, aamiin..
Wassalam…
sumber gambar: http://www.dakwatuna.com/2013/03/22/29742/saudariku-banggalah-berjilbab-syari/






