Minggu, 22 Februari 2015

Jilbab, Penyempurnamu

Assalamualaikum wr wb..

Emmmm, umur berapa sih kamu mulai memakai kerudung?

Jadi ingat dulu ketika SMP, guru agama yang kebetulan juga sepupu datang ke rumah memintaku untuk mengenakan kerudung saat sekolah.  Sampai lulus, bahkan sampai aku lulus SMA pun belum memantapkan diri memakai kerudung…  (bayangkan betapa banyak usiaku terbuang tanpa mengikuti perintah agama ya?), semoga teman-teman tidak seperti saya…

Emmm…. sebelum lebih jauh nih bahasan kita kali ini, sebenarnya temen-temen tahu nggak sih apa bedanya jilbab, kerudung, dan hijab?


Jilbab merupakan bahasa arab yang jamaknya Jalaabiib, artinya pakaian yang lapang atau luas. Artinya adalah pakaian yang lapang yang dapat menutup aurat wanita, kecuali muka dan telapak tangan.  Sedangkan kerudung adalah bahasa Indonesia yang bahasa Arabnya Khimar yang berarti tutup atau tudung yang menutup kepala, leher sampai dada wanita. Nah, lalu apa ni bedanya dengan hijab?,  hijab berasal dari bahasa Arab yang artinya tabir, dinding atau penutup.  Jadi hijab ini merupakan sesuatu tirai penutup yang membatasi atau memisahkan, baik berupa tembuk, korden, kai, dll.
Jadi sekarang temen-temen udah taukan perbedaan dari ketiganya?


Lalu, bagaiman hukum memakai jilbab dan kerudung bagi muslimah?

Mengenakan jilbab atau pun kerudung itu hukumnya wajib, suatu keharusan yang pasti atau mutlak bagi wanita dewasa muslim.  Tidak percaya? Coba teman-teman buka Al-Qurannya Surat Al-Ahzab:59. Dalam ayat tersebut dijelaskan sebagai berikut.
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan para wanita yang beriman supaya mereka menutup tubuhnya dengan jilbab, yang demikian itu supaya mereka lebih patut dikenal, maka merekapun tidak diganggu, dan Allah itu Maha Pengampun dan Penyayang.”
Masih ada lagi loh teman-teman ayat Al-Quran yang mewajibkan muslimah mangenakan jilbab dan kerudung. 

Lalu, apakah kewajiban mengenakan jilbab/Kerudung bagi wanita muslimat itu sama dengan kewajiban-kewajiban lainnya?

Mengenakan jilbab/kerudung itu diwajibkan bagi wanita muslimat seperti halnya kewajiban yang lainya misalnya sholat, zakat, puasa dll.  Artinya jilbab/kerudung wajib hukumnya. Temen-temen pasti taukan kalau sesuatu yang wajib itu apabila ditinggalkan yang kita mendapat dosa dan bila kita laksanakan yan kita mendapat pahala. Dengan demikian jilbab dan kerudung itu memiliki sanksi yang besar sepirti sholat, puasa, zakat dll. Nah lho? Jadi hingga lulus SMA saya meninggalkan kewajiban yang begitu mendasar sebagai wanita muslimat? Gak kebayang ya seberapa besar dosa saya, semoga Allah mengampuni, aamiin…

Jadi sekarang teman-teman tahu kan pentingnya jilbab bagi kita sebagai wanita?, yang pasti jilbab dan kerudung ini akan melindungi kita kok.  Emmm, pasti teman-teman yang sudah mengenakan jilbab atau pun kerudung ini sudah paham akan manfaatnya.  Sedikit bercerita tentang pengalaman pribadi yang sudah umum di jumpai di masyarakat. Dulu waktu saya belum menutup aurat ketika jalan di terminal dan melewati segerombolan prewan pasti digodain “cewek…, cuuuwwiiit cuuwiiit” sambil bersiul, ngeri juga kan kalau kita di ikuti?. Tapi semenjak mengenakan kerudung, kalau lewat tempat serupa menjadi lebih tenag, paling kita Cuma di godain “ Assalamualaikum ukhti”, nah lho? Bukannya digodain malah kita didoain kan?. Belum manfaat lainnya, teman-teman  pasti udah taukan sekarang ini udah terjadi “global warming”, yang tentunya udara semakin panas, polusi ada dimana-mana. Dengan demikian udara disekitar kita ini sebenarnya sudah tidak sehat dan banyak polutan yang berbahaya untuk kulit kita, jadi dengan menutup aurat, sebenarnya kita juga sedang melindungi tubuh kita lho…


Masih ragu memakai jilbab dan kerudung?

Suatu saat saya pernah dikirim rekaman suara dari WA oleh teman asrama. Isi rekaman itu ternyata mengenai filosofi mawar berduri.  Seseorang anak SMA kelas 1 di Bogor menggambarkan dirinya pada sebuah  kertas sebagai mawar berduri dengan latar hitam. Kemudian anak itu di tanya “ kenapa kamu menggambar mawar berduri?. Dia menjawab “sebuah mawar dikatakan mawar karena dia berduri, mawar tanpa duri berarti mawar tersebut tidaklah sempurna, meskipun duri tersebut  dipandang sebagai benda yang menutupi keindahan dari mawar tersebut. Tetapi tetaplah mawar tersebut tidak akan sempurna tanpa duri, karena duri itulah mawar dikatakan mawar.” Nah ada pertanyaan kembali  “ terus apa hubungannya dengan kamu?, diapun menjawab “ saya umpamakan mawar itu adalah saya sebagai perempuan, dan duri tersebut sebagai seluruh atauran Allah dan kewajiban yang melekat sebagai wanita. Banyak yang bialang aturan Allah itu membuat wanita kurang cantik, susah bergaul, susah mendapatkan teman, tapi justru aturan tersebut yang yang mambuat perempuan sempurna seperti duri yang membuat mawar menjadi sempurna. Saya akan mengikuti seluruh aturan dan ketentuan Allah tersebut, agar saya menjadi perempuan yang sempurna.” Kemudian ada pertanyaan kembali  “lalu mengapa kamu member latar gelap pada gambarmu?”, dia pun kembali menjawab “ saya adalah perempuan yang suatu saat aka nada laki-laki yang meminang saya, nah saya tidak ingin menjadi mawar berduri di tengah taman yang dapat dengan mudah orang petik, saya ingin menjadi mawar berduri di pinggir jurang, sehingga apa bila ada orang yang menginginkan saya sudah tentu orang itu adalah orang yang rela berkorban nyawa demi mendapatkan saya.”
Nah teman-teman ketika seorang siswa kelas 1 SMA dapat berpikir menakjubkan demikian, kenapa kita justru masih ragu mengenakan jilbab/ kerudung?, apakah teman-teman mau menjadi mawar tanpa duri yang tumbuh di tengah taman yang siapapun dapat memetiknya ? yuk kita berusaha menjadi mawar barduri itu…
Sekarang sudah tidak ragu lagi kan?

Pernah saya mendapat pesan melalui bbm dari teman lama. “ Aku melihat foto kamu di facebook dengan temenmu, bukankah dulu dia memakai kerudung dan kamu tidak? Lalu kenapa sekarang terbalik? Bahkan auratnya terbuka sedemikian rupa. Bukankan kamu sahabatnya?, masak sebagai sahabat kamu tidak mengingatkan?” kurang lebih seperti itu pesan yang dia sampaikan.  Kalau teman-teman yang mendapat pesan tersebut bagaimana perasaan teman-teman?. Sejujurnya saya merasa tertusuk ketika membacanya, benar juga ya? Apakah saya masih pantas dikatakan sebagai sahabat, kalau ternyata saya tidak berani mengingatkannya?, berdosakah saya?.
Nah melalui tulisan ini semoga bermanfaat untuk teman-teman, dan semoga sahabat saya tersebut membacanya…, aamiin..

Wassalam…




sumber gambar: http://www.dakwatuna.com/2013/03/22/29742/saudariku-banggalah-berjilbab-syari/

Sabtu, 21 Februari 2015

Hawa, hadirmu penyempurna adam



Assalamualaikum wr wb..

Hawa... 
"perempuan pertama yang diciptakan Allah SWT sebagai penyempurna Adam"

Saya rasa begitu pula bagi perempuan masa kini..., dia pun diciptakan untuk menyempurnakan pasangannya.., lalu percayakah Anda dengan jodoh? mungkin bagi muslimah bersuami dia telah menemukan jawabannya, tapi bagi wanita yang masih melajang masih banyak pertanyaan yang menggganjal di benaknya, apalagi mereka yang dengan usia 20-an. hehe iya gak?
Jujur saja sih, saya juga sering galau..., sebagai mahasiswa tingkat akhir apalagi kalau pulang kampung kadang sudah ditanya orang tua : "kamu udah punya calon belum?" belum lagi kalau datang ke rumah sodara "mbak, siapa calonnya?" ....   WHAAAA pertanyaan yang membingungkan, emmmm padahal penelitian untuk kelulusanku aja belum kelar... hehe

Pernah gak sih teman-teman yang senasib sama saya bertanya-tanya nih dalam hati "siapa ya jodohku sebenarnya?", "apa ya sebenarnya profesinya?", " kayak gimana ya orangnya?"... dll
Huuh, daripada bingung mikirin jawabannya, mending saya ngurusin penelitian, biar cepet seminar, lulus, terus kerja deh.. nah setelah itu??????
tapi tidak di pungkiri sih pertanyaan itu pun masih sering muncul.

Hayo ngaku siapa yang masih galau dengan jodoh?

hehe.. sejujurnya saya pun merasakan hal yang sama.., lalu bagaimana menyikapinya?
"sesungguhnya wanita adalah belahan tak terpisahkan dari kaum adam" pernah dengar hadis itu?
HR Ahmad, Abu Dawud, Ibn Majah ini telah menjelaskan bahwa seebenarnya lelaki tidak akan sempurna tanpa adanya perempuan. Hadis ini jelas menyebutkan bahwa perempuan adalah belahan dari laki-laki, jadi kebayangkan kalau belahannya tidak ada pasti tidak akan sempurna. emmm, lihat aja buah semangka pun tidak akan menjadi bulat ketika sudah terbelah..., (halah, analoginya ga nyambung banget)
Nah, jadi jangan galau lagi ni untuk kaum hawa yang belum menemukan jodohnya. Karena sebenarnya kamu sedang dicari tuh sama berlahanmu untuk menyempurnakannya..

Oke kalau masih galau, ada lagi nih obatnya...
kamu pasti pernah dengarkan kalau "wanita itu diciptakan dari tulang rusuk bagian kiri dari laki-laki?" Jadi begini sob, tulang rusuk itukan diciptakan sebagai pelindung organ tubuh, yaitu jantung (pusat kehidupan), hati (penyaring sari pati makanan dan racun yang terserap dalam tubuh), dan paru-paru (napas kehidupan) manusia., nah dari uraian tersebut terbayangkan bagaimana seorang laki-laki benar-benar membutuhkanmu. bahkan Rasulullah pun telah bersabda hal tersebut "Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. karena  mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah tulang rusuk bagian atas, jika kalian paksa diri untuk meluruskannya maka ia akan patah. tetapi jika kalian mendiamkannya maka akan tetap bengkok, karena itulah wasiatkan kebaikan kepada para wanita." (HR Bukhari dan Muslim)
eeeiiitts, jangan berkecil hati dulu dengan hadis tersebut. kalian tau gak kalau sebenarnya hadis tersebut justru mengangkat kaum wanita. hadis ini juga sebuah himbauan Rasulullah agar selalu bersikap lembut terhadap wanita.

Laki-laki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi, laki-laki melindungi wanita dan wanita sebagai peneduh laki-laki. dalam Al-Quran dijelaskan bahwa Adam dan Hawa diciptakan dari satu jiwa. "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak,.... (QS:An-Nisa:1)

Nah udah nggak galau lagi kan?
Sebenarnya pasangan jiwa kalian dekat loh, sedekat hawa ketika masih menjadi tulang rusuk yang bengkok melindungi hati adam. karena setiap jiwa butuh akan kegenapan, dan hadirmu (muslimah) akan menyempurnakan sang adam.

udah deh ya.., ga usah galau lagi..., 
sambil menunggu jiwa yang lagi mencari belahannya, yuk mending kita memperbaiki diri, nah ntar kalau jiwa itu udah nyampek, kita sudah lebih baik dan lebih siap... tetap tersenyun ukhti, karena senyum di wajahmu akan menyenangkan hati saudaramu.. :)

Wassalam..

sumber gambar:https://artikelmuslimah.files.wordpress.com/2012/03/207579_139719172766041_138509376220354_254163_3580366_n2.jpg
resume dari: saleha is me

Sabtu, 09 Agustus 2014

Pelajaran berharga di jalan

Peran Wanita

salah satu alasan mengapa wanita itu harus pintar dan cerdas meskipun kelak hny menjadi ibu rumah tangga adalah ketika ia menjadi seorang ibu, ia harus menjadi madrasah pertama untuk anaknya, menjawab pertanyaan sang anak yang tidak sedikit pertayaan tersebut sederhana namun harus hati2 menjawabnya karena jawaban tersebut membentuk pola pikir dasar anak., jadi mari saudaraku kita siapkan itu, tidak ada salahnya kita menuntut ilmu setinggi mungkin. (pelajaran tersirat di bis saat mudik).... :)

Sabtu, 10 Mei 2014

Fikih wanita 2

Fikih Wanita
(Kewaiban Muslimah)
2. Kewajiban Muslimah terhadap Nabi


Seorang muslimah mengimani bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan rasul penutup. Melalui Beliau, Allah menyingkap tabir kegelapan. dan Beliau meninggalkan umatnya dalan keadaan terang.
Muslimah juga tahu bahwa mwncintai Nabi adalah bagian dari akidah tauhud, imannya tidaknakan sah tanpanya. Rasulullah bersebda:
"demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak sempura iman diantara kalian hingga aku lebih dia cintai dari bapak dan anaknya"

Muslimah tahu bahwa mwngukuti sunnah Beliau termasuk dari tanda-tanda yang mencintai Allah dan Rasulnya. Allah berfirman:
"katakanlah, jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah  mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu., Alla Maha Pengampun laji Maha Penyayang." (Ali Imran:31)

Muslimah pun meyakini bahwa Nabi telah menjelaskan syariat Islam dengan sejelas-jelasnya, berjuang di jalan Allah dengan sebenar-benarnya, dan menuntun umat dengan tuntunan yang sempurna hingga Allah mewafatkan Beliau dalam naungan dan Ridha-Nya.

Muslimah yakin bahwa tidak ada seorang pun yang boleh menyimpang dari syariat Nabi setelah Beliau diultus.  Seseorang muslimah wajib berkeyakinan tidak boleh membenci satu pun syariat yang Nabi bawa.

Muslimah wajib mengimani kebenaran yang Beliau sampaikan, meski kemampuan akalnya belum dapat memahaminya.  dianjurkan pula untuk memperbanyak sholawat dan salam kepada Nabi dan yakin akan sampai kepada Beliau, khususnya shalawat pada malam hari dan hari Jumat. Inilah sebagian hak Nabi atas umatnya.



Dirangkum dari Buku Fikih wanita  (Al-Ghamidi 2012)

dampak kebakaran terhadap konduktivitas hidroulik




 
                            TUGAS KEBAKARAN HUTAN DAN LINGKUNGAN
DAMPAK KEBAKARAN HUTAN
TERHADAP KONDUKTIVITAS HIDROULIK


Oleh :
Desi Nurafida  E44100071









MAYOR SILVIKULTUR TROPIKA
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2014



PENDAHULUAN

Latar Belakang
ndonesia merupakan negara tropis yang kaya akan hutan. Menurut Undang undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan adalah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Berasarkan fungsi pokoknya, hutan dapat dibedakan menjadi hutan lindung, hutan konservasi dan hutan produksi. Indonesia  mempunyai  luas  hutan  yang  menempati  urutan  ke  tiga dunia  setelah  Brasil  dan  Zaire.  Luas  hutan  Indonesia  kini  diperkirakan mencapai  120,35  juta  ha,  atau  63  persen  luas  daratan  (Herdiman,  2003). Hutan tropik Indonesia mengandung sumberdaya alam hayati yang meliputi kurang lebih 1500 jenis burung, 500 jenis mammalia, dan kurang lebih 10 ribu jenis tumbuhan (WALHI, 1998).
            Hutan koncervasi merupakan dengan cirikhas tertentu yang mempunyai fungsi pokok sebagai  pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Hutan lindung merupakan hutan dengan fungsi pokok sebagai perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah instrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. Sedagkan hutan produksi merupakan hutan dengan fungsi untuk menghasilkan hasil hutan bagi kepentingan konsumsi masyarakat, industri dan ekspor.
            Dari fungsi pokok tersebut, dapat dilihat bahwa penganbilan hasil hutan yang dapat dimanfaatkan dapat dilakukan di kawasan hutan produksi. Akan tetapi dengan meningkatnya populasi manusia maka meningkat pula kebutuhan manusia akan sumberdaya alam. Eksploitasi terhadap hutan pun semakin meningkat.
      Pemenuhan kenutuhan akan sumberdaya tersebut mendorong terjadinya degradasi hutan. Lahan hutan dikonversi menjadi lahan pertanian, pemukiman, dan perkebunan. Sebagian besar pembukaan hutan dilakukan pengan membakar, sehingga bila tidak terkendali maka akan terjadi kebakaran hutan. kebakaran hutan menurut Keputusan Menteri Kehutanan No. 195/Kpts-II /1986 adalah suatu keadaan di mana hutan dilanda api sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan/atau hasil hutan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan/atau nilai lingkungan. Karena itu, kebakaran hutan dapat berdampak negatif terhadap lingkungan yaitu lingkungan fisik, hayati, dan kesehatan.  Dampak terhadap aspek lingkungan, kebakaran hutan dapat mengakibatkan gangguan terhadap sifat tanah baik sifat fisik, kimia maupun biologi.  Kebakaran hutan juga dapat berdampak terhadap terhadap kondisi konduktivitas hidroulik tanah. Untuk itu makalah ini akam membahas mengenai dampak kebakaran terhadap sifat fisik tanah,  khususnya konduktivitas hidroulik tanah.

Tujuan
            Tujuan penyusunan makalah ini yaitu untuk mempelajari dampak kebakaran hutan terhadap konduktivitas hidroulik tanah baik tanah mineral maupun gambut.

PEMBAHASAN
A.    Kebakaran Hutan
Definisi kebakaran hutan menurut Keputusan Menteri Kehutanan No. 195/Kpts-II /1986 adalah suatu keadaan di mana hutan dilanda api sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan/atau hasil hutan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan/atau nilai lingkungan. Karena itu, kebakaran hutan dapat berdampak negatif terhadap lingkungan yaitu lingkungan fisik, hayati, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Kebakaran hutan bersumber pada 3 (tiga) sebab utama yaitu 1) manusia karena kesengajaan, 2) manusia karena kelalaian, dan 3) peristiwa alam. Pada umumnya peristiwa alam yang dapat menimbulkan kebakaran hutan secara langsung adalah letusan gunung berapi atau petir, tetapi hal ini jarang sekali dialami. Menurut Dirjen PHPA atau Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (1994) bahwa rata-rata lebih dari 30.000 ha hutan terbakar setiap tahunnya, dan 90 % penyebabnya adalah perbuatan manusia sedangkan 10 % -nya disebabkan oleh peristiwa alam. Kebakaran hutan hanya dapat terjadi apabila terdapat nyala api, sedangkan proses nyala api dapat berlangsung apabila ada tiga unsur yaitu bahan bakar, udara/oksigen dan sumber api. Dengan demikian, apabila salah satu unsur tersebut tidak ada, maka proses nyala api tidak akan dapat berlangsung.
Ada tiga tipe atau bentuk kebakaran hutan (Dirjen PHPA, 1994) yaitu :
1.      Kebakaran bawah (ground fire),
Biasanya terjadi pada hutan bertanah gambut dan /atau pada tanah yang mengandung mineral seperti batu bara, karena adanya bahan-bahan organik di bawah lapisan serasah yang mudah terbakar. Api dimulai dari membakar serasah dan kemudian membakar bahan-bahan organik yang berada pada lapisan di bawahnya. Kebakaran bentuk ini tidak menampakkan nyala api sehingga sulit dideteksi.
2.      Kebakaran permukaan (surface fire),
Kebakaran yang terjadi pada permukaan tanah. Api membakar serasah, semak-semak dan anakan pohon. Kebakaran ini tidak sampai membakar tajuk pohon karena pohon-pohonnya jarang atau dari jenis yang sulit terbakar
3.      Kebakaran tajuk (crown fire),
Kebakaran yang terjadi pada tajuk-tajuk pohon. Api berawal dari serasah (kebakaran permukaan), kemudian merambat ke tajuk pohon karena adanya tajuk, seperti tumbuhan liar atau cabang dan ranting-ranting kering yang menyentuh serasah hutan. Kebakaran model ini yang paling sulit dikendalikan karena merembet sangat cepat searah dengan arah angin.

B.     Dampak Kebakaran Hutan terhadap Konduktivita Hidroulik
Kebakaran hutan akam mempengarui kualitas tanah.  Dampak kebakaran terhadap tanah sangat berfariasi tergantung kandungan bahan bakar, jenis tanah dan tipe kebakaran hutan.  Hal ini akan mempengaruhi sifat-sifat tanah baik sifat fisik, kimia maupun biologi.

Konduktifitas Hidroulik Tanah Mineral
      Konduktivitas hidroulik merupakan angka saat aliran air melewati media pori tanah yang ditunjukkan dalam unit kecepatan.  Menurut Asmaranto et al. (2012), konduktivitas hidroulik juga sering disebut dengan istilah permeabilitas.  Knduktifitas hidroulik dapat berubah karena faktor masuk dan mengalirnya air dalam tanah.  Sifat fisik tanah juga sangat mempengaruhi konduktivitas hidroulik tanah sehingga nilainya dapat diprediksi dari sifat  fisik tanah (Asmaranto et al. 2012).
            Sacara umum kebakaran hutan akan mempengaruhi sifat fisik tanah. Hal ini tentu juga akan mempengaruhi nilai konduktivitas hidrouliknya.  Hal ini dapat terjadi pada tanah mineral maupun tanah gambut. Menurut Darwati et al. (), sifat-sifat fisik tanah mengalami penurunan seelah dibakar dengan meningkatnya kepadatan tanah, penurunan porositas tanah, penurunan kadar air dan penurunan permeabilitas tanah.
Konduktivitas hidroulik tanah mineral yang tidak jenuh air (K) diketahui sangat dipengaruhi oleh kadar air. Air tidak bisa mengarlir melalui ruang pori yang terisi oleh udara, namun air hanya bisa mengalir melalui ruang pori yang terisi oleh air.  Pada waktu tanah dalam kondisi tidak jenuh, udara menempati ruang pori yang besar, akibatnya air hanya bisa mengalir melalui pori yang lebih kecil sehingga konduktivitas hidrouliknya berkurang. Pernyataan tersebut juga dapat menjelaskan pengaruh kebakaran hutan terhadap kadar air tanah yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap nilai konduktivitas hidrouliknya. Kebakaran akan mengakibatkan penurunan kadar air taah karena terjadinya penguapan air dalam tanah sehingga ruang pori tanah lebih banyak terisi oleh udara.  Hal ini jelas mengakibatkan turunnya nilai konduktivitas hidroulik tanah.
Kebakaran hutan juga engakibatkan terjadinya peningkatan tingkat pemadatan tanah. Hal ininjuga akan menurunkan nilai konduktivitas hidroulik tanah.  Hasil penelitian (Asmaranto et al. 2012) memberikan fakta bahwa semakin padat kondisi tanah maka nilai konduktivitas hidrouliknya pun menurun. Hal ini dikarenakan terjadinya penurunan porositas tanah. Ruang pori tanah teriri oleh partikel abu sehingga air tidak dapat menempatinya. Hasil penelitian tersebut dapat dilihat pada Gambar 1 yang merupakan hubungan antara kepadatan kering tanah dengan konduktivitas hidroulik.
Gambar 1 Hubungan antara kepadatan kering tanah dengan konduktivitas hidroulik.


Konduktivitas Hidroulik Lahan Gambut
      Konduktivitas hidroulik gambut dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya yaitu jenis bahan gambut, tingkat dekomposisi dan kerapatan lindak. Suprapto et al. Dalam Pandjaitan et al.  (1999)  mengatakan bahwa kondultivitas hidroulik lahan gambut sangat  cepat pada arah horizontal namun sangat lambat. Hal ini disebabkan karena adanya air bawah tanag yang menghambat pergerakan vertikal.
      Kaitannya dengan tingkat dekomposisi,gambut pada tingkat dekomposisi fibrik mempunyai tingkat konduktivitas hidroulik yang sangat cepat, akan tetapi pada gambut yang telah terdekomposisi sempurna maka pergerakan airnya sangat lambat denan menurunnya ruang pori bahan gambut serta besarnya retensi air pada bahan saprik (Andiesse dalam Pandjaitan et al (1999)
       Kebakan hutan sangat erat kaitannya dengan penurunan kadar air dan pemadatan tanah maupun gambut.  Dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran gambut dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Dampak kebakaran lahan gambut terhadap sifat fisik tanah
Sumber: Darwiati et al (2010)

     
Hasil penelitian Darwiati et al (2010) diatas menunjukkan dampak kebakaran lahan gambut terhadap fifat fisik tanah.  Tabel tersebut menunjukkan bahwa kebakaran menurunkan porositas tanah, infiltrasi kadar air serta terjadinya pemadatan. Hal ini jelas mempengaruhi konduktivitas hidroulik gambut.  Seperti halnya tanah mineral, gambut yang mengalami pemadatan dan menurunan kadar air juga akan mengalami penurunan nilai konduktivitas hidrouliknya. 
      Perubahan air volumetrik juga akan mempengaruhi konduktivitas hidrouliknya.  Volume air berbanding lurus dengan nilai konduktivitas hidrouliknya, sehingga dengan menurunnya kadar air volumetrik maka nilai kondutivitas kidrolikpun menurun. Hal ini dapat dilihat pada Gambar dua yang merupakan hasil penelitian dari Asmaranto et al. (2012) sebagai berikut:

Gambar 2 Hubungan kadar air volumetrik dan konduktivitas hidroulik


DAFTAR PUSTAKA

Asmaranto R, Soemitro RAA, Anwar N.  2012.   Penentuan nilai konduktivu=itas hidroulik tanah tidak jenuh menggunakan uji resistivitas di laboratorium. Jurnal Teknik Pengairan.  Vol 3(1):81.86.
CIFOR, 2001. Laporan Tahunan Penyebab dan dampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia [internet].  Tersedia pada: http://www.cifor.org/docs/_ref/publications/areports/indonesian2001/sumatra.htm
Hidayat A., D.Kushardono, W.Asriningrum, A.Zubaedah I.Effendy, 2003. Laporan Verifikasi dan Validasi Mertode Pemantauan Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Kekeringan. Pusbang PTPJ-LAPAN.
Pandjaitan N, Hardjoamidjojo.  1999.  Kajian sifat fisik lahan gambut dalam hubungan dengan  drainae untuk lahan pertanian.  Buletin Keteknikan Pertanian.  Vol 13(3)
WALHI. 1998. Reformasi di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tim Badan Eksekutif WALHI. Jakarta.